Jumat, 21 Desember 2012

Puisi Lama

PLISSSS BANGET!!!
Jangan ada kesalah pahaman ya, buat pacarku yang suatu saat mungkin akan melihat Blog ini
Untuk kali ini saja, gue nulis blog gak dari hati BANGET. 
WHYYY???
Karena gue emang gak lagi GALAU....
Disini gue hanya ingin menuangkan puisi-puisi jaman gue masih SMP masih imut BANGET (sekarang juga masih imut sih *dengan Pe-Denya*) yang gak jelas sumbernya dari mana. Karna.. yaa namanya juga SMP. main jiplak-jiplak aja, belom ngerti undag-undang penjiplakan, ada yang dari temen sendiri ada yg dari majalah, ada yg dari internet.
Yang jelas ini puisi bukan buatan gue sendiri, karena saya tida puitis KAWAAAN :D
Ininih puisi cocoknya buat yg lagi galau-galau, yang sedang mencari cinta sejati, yang lagi kangen, yang lagi butuh kehangatan cinta, yang lagi butuh kehangatan badan karena lagi musim hujan silahkan minum skuteng RANDOM :)Yep mari dimulai...


MENGAPA
Mengapa masih ada air mata mengalir
Ketika cintaku ikhlas kulepas

Mengapa masih ada rindu
Ketika kau tak ada lagi disisiku

Mengapa harus ada amarah
Ketika kau tak pedulikanku?

Mengapa harus ada kata mengapa
Ketika semuanya aku coba lepaskan
Ketika semuanya aku ikhlaskan
Ketika aku mencoba menghapus bayangamu dalam benakku

Mengapa masih ada pengharapan
Ketika tak mungkin ada harapan

Bantu aku ya Allah…
Untuk bisa melupakan semua
Untuk bisa menghapus semua kenangan

Hingga tak pernah ada rasa sakit yang begitu dalam
Hingga tak ada lagi kata
MENGAPA….



Mengapa kau dekati aku?

Ku coba kuatkan hatiku
Tak-ku biarkan air mata ini menetes
Aku tak ingin meratapi kesedihanku
Aku tak ingin tangisi penderitaanku

Kau……
Beri noda di hidupku

Kau……
Sakiti jiwaku

Apa yang sebenarnya kau inginkan?
Kau telah memiliki pendamping hidup
Tapi mengapa kau beri aku harapan semu?

Bila memang tak pernah ada cinta untukku
Mengapa kau dekati aku?


“Apakah aku tak cukup pantas untukmu?”
Kata demi kataku ucapkan
Tiada henti kakiku tuk melangkah
Betapa beratnya beban yang kubawa ini
Hingga ku tak menyadari tetesan air mata yang jatuh dalam kepingan-kepingan hatiku

Beratnya ku melepaskanmu dan melupakanmu
Segala ego dalam hasratku
Inginku berkata pada diriku sendiri
“Apakah aku tak cukup pantas untukmu?”

Bibir indahmu yang masih ku ingat,
Matamu yang lembut menyapu segala keresahanku
Tapi semua itu tinggal kenangan



Tak Ada Yang Berubah
Meski sejenak bertemu,
Aku bahagia bisa kembali melihatmu
Di batas-batas kerinduan dan kehampaan
Tak terasa air mata menetes dipipiku

Hati yang mati suri,
Tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Baru-ku mengerti bahwa rasa takkan terganti

Sekeras apapun ku mencoba, 
Selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati milikku pilihannya sendiri yang tak bias diatur oleh akal

Kukira aku sudah berhenti berharap
Di sekian waktu yang lalu
Kukira aku tak punya lagi hasrat
Untuk bertemu…
Kukira aku takkan lagi melihatmu
Seindah seperti dulu

Haingga kemarin aku tahu bahwa
Segalanya tak ada yang berubah
Hanya setumpuk perkiraan saja yang salah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar